IHSG Diprediksi Turun ke 5.300, Saham ADRO hingga ASII Disarankan
IHSG Diperkirakan Terus Turun, Analis Rekomendasikan Beberapa Saham Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan terus mengalami penurunan pada…
Administrator

IHSG Diperkirakan Terus Turun, Analis Rekomendasikan Beberapa Saham
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan terus mengalami penurunan pada perdagangan hari Senin (8/6). Berdasarkan analisis dari beberapa ahli pasar modal, ada beberapa saham yang direkomendasikan untuk dibeli dalam situasi ini.
Menurut Ivan Rosanova, analis dari BinaArtha Sekuritas, IHSG masih akan terus turun menuju level 5.314, yang merupakan target ideal wave iii berdasarkan proyeksi Fibonacci. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa indeks ditutup di bawah level support 5.673 pada perdagangan Jumat (5/6).
Sinyal penurunan IHSG juga diperkuat oleh tekanan jual yang mendorong indeks menembus level terendah candle hammer yang terbentuk pada perdagangan Kamis (4/6). Kondisi ini menunjukkan bahwa momentum bearish masih mendominasi pergerakan indeks dalam jangka pendek.
"Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish," ujar Ivan dalam keterangan yang dikutip Senin (8/6). MACD adalah alat analisis teknikal yang digunakan untuk melihat tren dan kekuatan momentum pergerakan saham.
Level support IHSG diperkirakan berada di level 5.673, 5.439, dan 5.052, sementara level resistance di level 5.964, 6.264, 6.459, dan 6.587.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.
Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.
Untuk perdagangan hari ini, Ivan merekomendasikan saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dibeli dengan target harga Rp 2.350 dan PT Astra International Tbk (ASII) dengan target harga Rp 5.050. Selain itu, ia juga merekomendasikan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan target harga Rp 5.450, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dengan target harga ke Rp 3.020 serta PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dengan target harga ke Rp 1.640.
Pergerakan Teknis IHSG dan Faktor Internal
Di sisi lain, Nafan Aji Gusta, Senior Technical Analyst dari Mirae Asset Sekuritas, menyatakan bahwa secara teknikal, pergerakan IHSG sudah dalam kondisi extremely oversold berdasarkan indikator RSI, meskipun fase downtrend terbentuk. Sementara itu, indikator Stochastics KD dan RSI masih menunjukkan sinyal negatif, didukung penurunan volume.
Dari sisi domestik, para pelaku pasar mencerna beberapa rumor dan ketidakjelasan kebijakan pemerintah, termasuk kekhawatiran terkait revisi UU P2SK yang dinilai berpotensi mengganggu independensi lembaga keuangan.
Sebelumnya, realisasi defisit APBN hingga Mei 2026 yang mencatat pada Rp 180,4 triliun atau 0,7% dari PDB menyebabkan terjadinya capital outflow.
Di sisi lain, para pelaku pasar juga mencerna data cadangan devisa per Mei 2026 yang dijadwalkan rilis pada Senin ini sangat krusial bagi Bank Indonesia dalam melakukan intervensi guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah yang belakangan ini bertengger di atas Rp 18.000 per dolar AS.
Nafan merekomendasikan saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).
Penulis
Administrator
Kontributor di Solopena.com.
Berita Terkait
BreakingKekhawatiran Suku Bunga Picu Penurunan Wall Street
Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup melemah tajam pada penutupan perdagangan pekan lalu, Jumat (5/6), dipimpin oleh aksi jual besar-besaran…


