Di hadapan ratusan santri, ia menyampaikan bahwa setiap santri perlu memiliki visi dan kesiapan untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa. Ia menggunakan analogi dari ilmu nahwu, di mana santri diibaratkan sebagai mudhaf ilaih yang suatu saat harus siap menjadi mudhaf, yakni generasi yang tidak hanya menerima estafet kepemimpinan, tapi juga mampu menggantikan dan melanjutkan peran para pendahulunya.
Tiga Unsur Penting dalam Pembangunan Bangsa
Menurut Menteri Nusron, untuk memajukan masyarakat dan mewujudkan kesejahteraan umat, diperlukan sinergi antara tiga unsur penting sebagaimana diajarkan oleh Syekh Abdul Qadir al-Jailani. Ketiga unsur tersebut adalah:
Ilmu para ulama (ilmalulama)
Kebijaksanaan para teknokrat dan pelaksana kebijakan (hikmatal hukama)
Kepemimpinan dan wawasan kebangsaan (siyasatul muluk)
Ia menilai bahwa pesantren memainkan peran penting dalam mencetak generasi yang mampu berkiprah di ketiga bidang tersebut. Oleh karena itu, santri perlu terus meningkatkan kapasitas diri mereka dalam berbagai aspek.
Santri Harus Aktif dalam Politik
Selain itu, Menteri Nusron juga mengajak para santri untuk meningkatkan literasi politik. “Santri tidak boleh apatis terhadap politik. Santri harus memahami kebijakan publik dan kehidupan berbangsa agar mampu ikut menentukan arah pembangunan bangsa,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa partisipasi aktif santri dalam politik sangat penting, karena mereka memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat.
Penyerahan Sertifikat Tanah Wakaf
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Nusron juga menyerahkan sertifikat tanah wakaf kepada Pimpinan Pondok Pesantren Darussyifa Al-Fithroh YASPIDA, K.H. E.S. Mubarok. Penyerahan sertifikat ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan kepastian hukum atas aset lembaga pendidikan keagamaan.
Dengan adanya kepastian hukum, tanah wakaf dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
Hadir dalam Acara
Acara ini turut dihadiri oleh beberapa pejabat penting, seperti:
Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Kalimantan Timur yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol, Shamy Ardian
Wakil Bupati Sukabumi, Andreas
Kepala Kepolisian Resor Sukabumi, AKBP Samian
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sukabumi, Wendi Isnawan